Sejarah STIE Satya Dharma SIngaraja
July 13, 2012
1. Latar belakang Lahirnya STIE Satya
Dharma Singaraja
Seiring dengan dinamika pembangunan yang berjalan begitu cepat sehingga memberi dampak positif terhadap pertumbuhan kesejahteraan masyarakat. Meskipun proses pembangunan tersebut menggelar berbagai kemajuan namun ada sebagian rakyat
Pada
hari Rabu, 27 Oktober 1993 pukul 09.30 Waktu Indonesia Tengah (WITA), yakni
lima menit menjelang memimpin rapat para Kepala SMP dan SMA Nasional Denpasar
bertempat di ruang kerjanya, Anak Agung Ayu Ngurah Ratyni terserang stroke. Ia
langsung tidak sadarkan diri sampai empat hari tiga malam dirawat di Unit Gawat
Darurat Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar yang akhirnya menghembuskan
nafas terakhir pukul 21.20 WITA hari Sabtu, 30 Oktober 1993 yang diiringi oleh
doa secara Hindu oleh suami dan putra-putrinya. Upacara pelebon (ngaben)
diselenggarakan hari Senen, 8 Nopember 1993 di Puri Ageng Sukasada Singaraja
dan pada malam harinya dilanjutkan upacara pesucian Atman di Puri Anyar Klod
Sukasada.
Wafatnya
A.A. Ayu Ngurah Ratyni tersebut, bila ditinjau dari sudut pandang
etis-manusiawi merupakan peristiwa yang sangat mendadak dan sangat menyedihkan
serta kedukaan yang sangat luar biasa dan sangat menggoyahkan semangat hidup
Prof. Gorda beserta putra-putrinya. Namun setelah upacara Pitra Yajna selesai
dilaksanakan, Prof. Gorda bersama putra-putrinya berupaya sekuat tenaga untuk
menerima, memahami, dan menghayati peristiwa kematian tersebut sebagai energi
spiritual untuk mendorong tumbuh-kembangnya semangat hidup.
Dari
uraian tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa ada dua pertimbangan utama
yang melatar belakangi pendirian Pendidikan Ratyni Gorda Singaraja. Pertama,
adalah pertimbangan obyektif adanya tuntutan dinamika pembangunan akan mutu
sumberdaya manusia. Kedua, pertimbangan subyektif-emosional (sangat pribadi)
adalah sebagai upaya menanggulangi rasa sedih dan kedukaan yang sangat mendalam
atas wafatnya A.A. Ayu Ngurah Ratyni. Dengan demikian, Pendidikan Ratyni Gorda
Singaraja ini memiliki peran sebagai enerji spiritual mendorong bangkitnya
semangat hidup Prof. Gorda beserta putra-putrinya di dalam melaksanakan
karma-bhakti yoga sebanyak-banyaknya di Bumi ini, yang untuk pertama kalinya
mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Satya Dharma Singaraja yang disingkat
STIE Satya Dharma Singaraja dan Taman Kanak-Kanak Kumara Satya Dharma
Singaraja.
Visi
a Menjadi mitra terbaik pengguna jasa (masyarakat) dalam upaya membangun, meningkatkan dan mengembangkan mutu sumber daya manusia berkepribadian yang bertanggung jawab dan berakhlak
a Menjadi mitra terbaik pengguna jasa (masyarakat) dalam upaya membangun, meningkatkan dan mengembangkan mutu sumber daya manusia berkepribadian yang bertanggung jawab dan berakhlak
B Menjadi pusat pembelajaran
yang unggul bernuansa spiritual-budaya dan terpandang di Indonesia dan
dalam jangka panjang terpandang di kawasan ASEAN dan dunia.
Misi
1 Menciptakan sumberdaya manusia (sarjana ekonomi) menjadi wirausahawan dan manajer (pemimpin) profesional yang handal berwawasan global yang bercirikan: ahli dalam bidangnya, profesional, akrab dengan teknologi komputer, mampu berbahasa asing terutama bahasa Inggris, dan memiliki sraddha dan bhakti (iman dan taqwa) kepada Tuhan.
2 Menciptakan iklim ilmiah dan budaya akademik yang kondusif bagi kegiatan pendidikan serta pembinaan kemahasiswaan yang relevan dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat.
1 Menciptakan sumberdaya manusia (sarjana ekonomi) menjadi wirausahawan dan manajer (pemimpin) profesional yang handal berwawasan global yang bercirikan: ahli dalam bidangnya, profesional, akrab dengan teknologi komputer, mampu berbahasa asing terutama bahasa Inggris, dan memiliki sraddha dan bhakti (iman dan taqwa) kepada Tuhan.
2 Menciptakan iklim ilmiah dan budaya akademik yang kondusif bagi kegiatan pendidikan serta pembinaan kemahasiswaan yang relevan dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat.
Tujuan
1 Menghasilkan lulusan yang memiliki pengetahuan, dan keterampilan serta profesionalisme dalam bidang ekonomi dan akuntansi.
1 Menghasilkan lulusan yang memiliki pengetahuan, dan keterampilan serta profesionalisme dalam bidang ekonomi dan akuntansi.
2 Menghasilkan lulusan yang
mampu melakukan penelitian ilmiah dan menyusun laporan penelitian pada bidang
ekonomi dan akuntansi.
3 Menghasilkan lulusan yang peka
dan tanggap serta mampu menganalisa berbagai peristiwa ekonomi yang terjadi dan
menarik manfaatnya serta menerapkan semaksimalnya dalam kehidupan sehari-hari.
2. Lambang
STIE Satya Dharma Singaraja
Arti lambang :
Lambang
STIE Satya Dharma Singaraja berupa bunga berbentuk lingkaran dengan delapan
helai daun bunga yang berwarna hitam. Lingkaran kedua berwarna kuning
bertuliskan STIE Satya Dharma Singaraja dan lingkaran tengah berwarna merah
dengan tulisan PRG
Makna Simbol dan Warna Lambang :
Warna Merah : symbol Brahma (Tuhan) sebagai Pencipta
Warna Hijau : symbol Wisnu (Tuhan) sebagai Pemelihara dan cinta – kasih
Warna Putih: symbol kesejahteraan dan kebahagiaan
Bunga delapan helai : kualitas kepemimpinan Astabrata yang membangun keharuman kedelapan penjuru angin
Bunga : lambang kasih – saying
Warna Merah : symbol Brahma (Tuhan) sebagai Pencipta
Warna Hijau : symbol Wisnu (Tuhan) sebagai Pemelihara dan cinta – kasih
Warna Putih: symbol kesejahteraan dan kebahagiaan
Bunga delapan helai : kualitas kepemimpinan Astabrata yang membangun keharuman kedelapan penjuru angin
Bunga : lambang kasih – saying
Makna
Lambang :
STIE
Satya Dharma Singaraja sebagai lembaga pendidikan tinggi dengan semangat
spiritual – budaya dengan kepemimpinan Astabrata membangun, memelihara, dan mengembangkan
sumber daya manusia yang cerdas jasmani dan rohani untuk mewujudkan
kesejahteraan dan kebahagiaan yang bersifat duniawi dan surgawi

0 viewer